VAKSIN COVID - 19

VAKSIN COVID-19   1.       Apa Itu Vaksin Covid-19? Salah satu komponen utama vaksin adalah antigen, komponen kecil yang sudah dimatik...


VAKSIN COVID-19

 

1.     Apa Itu Vaksin Covid-19?

Salah satu komponen utama vaksin adalah antigen, komponen kecil yang sudah dimatikan atau dilemahkan dan tidak berbahaya dari suatu organisme penyebab penyakit. Antigen inilah yang berperan penting dalam membentuk antibodi yang akan menjadi bagian krusial dalam sistem imun kita. Antibodi yang sudah terbentuk akan melatih sistem imun dan membuatnya “lebih pintar” dalam mengenali virus yang masuk ke tubuh.

vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu cara efektif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sekaligus sebagai langkah pencegahan penyakit. Tetapi, satu hal yang perlu diingat adalah, tidak ada vaksin yang memberikan perlindungan 100 persen. Tetap ada kemungkinan tertular penyakit, namun efeknya tidak akan seberat bila tidak divaksin. Intinya, vaksin Covid-19 akan membentuk kekebalan tubuh, sehingga tubuh kita siap apabila terpapar virus corona.


2.     Mengapa Wajib Vaksin?

Tahukah kamu bahwa tidak semua orang bisa divaksinasi? Orang-orang yang memiliki penyakit berat, alergi, hingga alasan umur umumnya tidak disarankan mendapatkan vaksin, karena mempunyai tendensi komplikasi. Jadi, mereka yang tidak bisa divaksin ini menggantungkan harapannya kepada kita―yang memenuhi syarat untuk divaksinasi―agar virus ini tidak semakin menyebar. Ketika kamu divaksinasi, kemungkinan untuk menularkan penyakit ke orang lain tentu akan berkurang, karena risiko tubuhmu untuk terinfeksi penyakit pun turut berkurang. Dengan mengikuti vaksinasi Covid-19, kita tak hanya menyelamatkan diri sendiri, namun juga melindungi mereka yang rentan.

Pemberian vaksinasi juga akan mempercepat kekebalan kelompok (herd immunity). Ketika sudah banyak masyarakat yang divaksinasi, maka terbentuklah keadaan yang disebut dengan Herd Immunity. Frasa ini pasti sudah tidak asing di telinga kamu, kan? Herd immunity atau kekebalan kelompok adalah suatu kondisi ketika penduduk di suatu daerah sudah kebal/imun terhadap suatu virus penyebab penyakit. Herd immunity tercapai dengan cara melindungi orang dari virus, yaitu dengan cara vaksinasi. Pemerintah kita pun telah menetapkan target 70 persen target masyarakat Indonesia mendapatkan vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan kelompok. Dengan kekebalan kelompok lewat vaksinasi Covid-19, penyakit ini pun akan semakin sedikit penularannya, dan tentu saja nyawa yang dapat diselamatkan pun akan lebih banyak. 

 

3.     Jenis-jenis Vaksin yang Dipakai di Indonesia

1. Sinovac

Sinovac adalah vaksin covid pertama yang dipakai di Indonesia. Vaksin COVID-19 Sinovac atau CoronaVac diproduksi di China. Vaksin ini berisikan virus corona yang telah dimatikan.

Setelah divaksinasi, virus yang telah mati akan memantik sistem daya tahan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang dapat menjaga tubuh dari virus corona. Hasil uji klinis fase 3 yang dilakukan di Bandung, Jawa Barat, menunjukkan efikasi vaksin ini mencapai 65,3 persen.

Vaksin COVID-19 Sinovac juga aman digunakan oleh anak-anak dan ibu hamil karena efek sampingnya yang terbilang ringan. Efek samping itu meliputi nyeri dan pegal di bagian bekas suntik, demam, atau kelelahan.

2. AstraZeneca

Vaksin COVID-19 yang diproduksi di Inggris ini dibuat dari virus hasil rekayasa genetika untuk memicu respons imun. Menurut WHO, vaksin ini memiliki efikasi sebesar 63,09 persen.

Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), vaksin AstraZeneca akan memasuki sel tubuh dan akan dikenali sistem imun sebagai benda asing. Kemudian, sistem imun akan terpicu untuk menghasilkan antibodi dan sel-sel imun lainnya untuk melawan patogen yang dianggap sebagai infeksi.

Efek samping vaksin COVID-19 AstraZeneca ada dalam kategori ringan-sedang. Hal yang paling umum dilaporkan adalah terjadinya nyeri atau gatal di area suntikan, demam, menggigil, sakit kepala, mual, dan nyeri otot atau sendi.

3. Sinopharm

Tak jauh berbeda dengan vaksin Sinovac, vaksin COVID-19 Sinopharm berisi virus corona yang telah dimatikan. Vaksin yang diproduksi di China ini punya efikasi mencapai 79,34 persen.

Cara kerja vaksin ini pun sama dengan vaksin Sinovac yaitu dengan memantik sistem daya tahan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang dapat menjaga tubuh dari virus corona.

Efek samping vaksin COVID-19 Sinopharm meliputi rasa sakit dan kemerahan, sakit kepala, nyeri otot, diare, dan batuk.

4. Moderna

Vaksin COVID-19 Moderna diketahui memiliki efikasi mencapai 94,1 persen untuk usia 18-65 tahun. Sedangkan pada usia di atas 65 tahun mencapai 86,4 persen.

Karena efikasinya yang tinggi, vaksin Moderna disebut akan digunakan sebagai 'booster' atau suntikan ke-3 untuk tenaga kesehatan (nakes) dengan pertimbangan, kelompok inilah yang paling rentan di tengah lonjakan kasus COVID-19.

5. Pfizer

BPOM telah memberikan izin penggunaan darurat pada vaksin COVID-19 Pfizer. Dalam pernyataannya, BPOM menyebut efikasi vaksin buatan Amerika Serikat ini mencapai 95,5 pada remaja di atas 16 tahun dan 100 persen bagi remaja usia 12-15 tahun.

 

Sumber :

https://corona.jakarta.go.id/id/artikel/alasan-mengapa-harus-ikut-vaksinasi-covid-19

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5650949/macam-macam-vaksin-covid-19-yang-dipakai-ri-dari-efikasi-hingga-efek-samping



MADING ONLINE AGUSTUS 2021




TIPS MENJAGA KESEHATAN MATA DI ERA DARING

  TIPS MENJAGA KESEHATAN MATA DI ERA DARING   1.      Perilaku membaca yang benar a.  Membaca dalam posisi duduk b.   Besar huruf cukup ...

 

TIPS MENJAGA KESEHATAN MATA DI ERA DARING


 

1.     Perilaku membaca yang benar

a.  Membaca dalam posisi duduk

b.  Besar huruf cukup

c.  Jarak baca 30 cm

d.  Penerangan cukup/ jangan jadikan sinar handphone  ataupun sinar komputer sebagai sumber        pencahayaan

 

2.     Mengonsumsi Makanan Bergizi

        Penelitian menunjukkan bahwa makanan sehat yang mengandung berbagai nutrisi, seperti vitamin A, C dan E, zinc, lutein, selenium, dan asam lemak omega-3, dapat membantu menangkal masalah mata terkait usia, misalnya katarak dan degenerasi makula. Berbagai nutrisi tersebut bisa didapatkan dengan mengonsumsi sayuran berdaun hijau, salmon, tuna, telur, kacang-kacangan, dan jeruk.

            Apa saja jenis makanan yang mengandung nutrisi terbaik untuk mata

1. Wortel Sayuran berwarna oranye ini sudah sejak lama dikenal akan manfaatnya bagi mata. Tak salah memang. Sebab wortel kaya akan kandungan beta-karoten dan vitamin A. Beta-karoten merupakan antioksidan yang bekerja untuk melindungi sel-sel mata dari paparan radikal bebas perusak mata. Senyawa pemberi warna oranye pada wortel ini juga turut membantu menurunkan risiko degenerasi makula dan katarak. Sedangkan vitamin A bekerja untuk menjaga ketajaman dan permukaan mata agar tetap jernih.
2. Sebab lutein dan zeaxanthin juga banyak terdapat pada telur. manfaatnya kaya akan vitamin A, vitamin B12, vitamin D, mineral zinc, dan cysteine. Vitamin dan mineral tersebut merupakan deretan nutrisi yang diperlukan mata agar tetap sehat.
3. Bawang putih Bumbu dapur ini kaya akan selenium, vitamin B1, vitamin quercetin, dan glutathione. Kandungan nutrisi tersebut turut membantu memperkuat sel-sel optik mata. Kebaikan lain yang diberikan oleh bawang putih adalah kemampuannya untuk melindungi lensa mata dari bahaya radikal bebas.

3. Jangan Terlalu Lama Menatap Layar Elektronik

        Menatap layar  komputer atau smartphone terlalu lama dapat menyebabkan mata lelah. Gejalanya dapat berupa sakit kepala, nyeri leher, sakit pada bahu dan punggung, mata kering dan tegang, sulit fokus menatap kejauhan, dan pandangan menjadi kabur. Jika Anda bekerja di depan komputer sepanjang hari, tiap 20 menit alihkan pandangan mata sejauh 6 meter selama 20 detik, untuk mengurangi ketegangan pada mata. Atau bisa juga mengistirahatkan mata selama 15 menit tiap 2 jam sekali. Jika mata Anda terasa kering, seringlah mengedipkan mata.

4. Memakai Kacamata Hitam

        Tidak hanya kulit yang perlu dilindungi dari efek berbahaya sinar ultraviolet matahari, mata juga perlu. Mata yang terlalu sering terpapar sinar ultraviolet dapat mengalami katarak, degenerasi makula, kornea terbakar, dan bahkan kanker mata. Oleh karena itu, pakailah kacamata hitam yang dapat memblokir sinar UVA dan UVB, serta kenakan topi ketika berjalan-jalan di siang hari.

5. Rutin Memeriksakan Mata

        Setiap orang, mulai dari anak-anak hingga usia lanjut, dianjurkan untuk memeriksakan mata ke dokter spesialis mata setidaknya 2 tahun sekali. Rutin memeriksakan mata dapat mendeteksi dini masalah pada mata akibat penyakit tertentu, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.Orang dewasa yang sudah berumur lebih dari 40 tahun bahkan disarankan untuk memeriksakan mata setahun sekali. Ini berguna untuk mencegah penyakit mata yang berkaitan dengan bertambahnya usia, seperti degenerasi makula, glaukoma, dan katarak. Sedangkan anak-anak harus diperiksa, setidaknya dua tahun sekali, untuk mendeteksi masalah penglihatan yang mungkin dapat memengaruhi kemampuan belajarnya. Anak-anak tidak perlu harus sudah bisa membaca untuk melakukan pemeriksaan mata.

5. Tidak Merokok

        Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit katarak, degenerasi makula, dan kerusakan saraf optik yang mampu menyebabkan kebutaan serta merusak retina. Merokok juga bisa menyebabkan penimbunan plak di pembuluh darah dan melemahkan arteri, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.

6. Rajin Olahraga

        Rajin olahraga dapat mengurangi risiko kehilangan penglihatan akibat tekanan darah tinggi, diabetes, dan kadar kolesterol yang tinggi.Cara menjaga kesehatan mata juga dapat dilakukan dengan tidak mengabaikan berbagai masalah pada mata. Jika terasa seperti ada butiran pasir di mata, bilas dengan air bersih. Apabila mata terasa gatal atau terlihat merah, atasi dengan obat tetes mata atau kompres dingin.Segera periksakan ke dokter mata jika keluhan pada mata terus berlanjut, atau jika mata terasa sakit, bengkak, sensitif terhadap cahaya, seperti ada bintik-bintik gelap mengambang ketika melihat, atau jika Anda mengalami gangguan penglihatan

7. Mata Perlu Istirahat

        Ketika melakukan pekerjaan yang harus melihat dekat, istirahatkan mata dengan memandang ke arah lain sesekali.  Jika mata menjadi sakit dan kering setelah melihat dekat (karena lupa untuk sering mengejapkan mata), kejapkan saja mata beberapa kali untuk membasahi bola mata dengan air mata dan melenyapkan kekeringan, Palming, meletakkan tangan menutupi mata agar mata beristirahat tidak membahayakan, namun mengistirahatkan mata dengan sering memejamkan mata merupakan metode yang sama efektif untuk menyegarkan.

SUMBER

P2PTM Kemenkes RI

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

 

*Note : DINAS PENDPEL

 

MADING ONLINE MEI 2021



 

 


VIRUS NIPAH MENJADI ANCAMAN PANDEMI BARU DI ASIA

A. Virus Nipah yang Jadi Ancaman Pandemi Baru di Asia      Virus Nipah merupakan jenis virus RNA dan merupakan bagian dari keluarga Paramy...



A. Virus Nipah yang Jadi Ancaman Pandemi Baru di Asia

    Virus Nipah merupakan jenis virus RNA dan merupakan bagian dari keluarga Paramyxoviridae, salah satu patogen penyakit zoonotik (bersumber dari hewan) yang cukup berbahaya. Penyakit ini juga mudah menular hewan ke hewan, terutama pada babi di peternakan. Kontak dengan babi yang terpapar penyakit ini dari kelelawar juga bisa menyebabkan infeksi. Belum lama ini virus Nipah disebut-sebut karena dikhawatirkan oleh ilmuwan jadi ancaman pandemi baru di Asia. Seorang ahli virus asal Thailand di Red Cross Emerging Infectious Disease-Health Science Centre saat ini tengah mempelajari soal seberapa besar potensi virus Nipah yang jadi pandemi berikutnya di Asia.

    Dari hasil analisa sampel spesies termasuk pada kelelawar, ditemukan hewan tersebut memicu ancaman pandemi baru seperti virus COVID-19, yaitu virus Nipah. Tingkat kematian virus Nipah ini pun dilaporkan cukup tinggi berkisar 40 hingga 75 persen.

    Gejala virus Nipah pada umumnya muncul dalam 4 hingga 14 hari setelah terinfeksi. Ada gejala awal yang muncul yakni demam dan sakit kepala, yang bisa berlangsung selama 3 hingga 14 hari. Namun, dalam beberapa kasus gejala virus Nipah ini bisa memburuk hingga pasien mengalami koma dalam rentang waktu sekitar 24 hingga 48 jam.

1.  Gejala ringan :

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sulit bernapas
  • Muntah 

2. Gejala parah :

  • Disorientasi, mengantuk, atau kebingungan
  • Kejang
  • Koma
  • Pembengkakan otak (ensefalitis)
  • Kematian

             B. Virus Nipah belum ada obatnya

    Hingga saat ini, masih belum ada obat resmi yang spesifik ditujukan untuk seseorang yang terpapar Virus Nipah. Selama ini perawatan pada pasien hanya meredakan gejala yang muncul. 

   C. Bagaimana cara cegah virus Nipah?
  • Cuci tangan teratur dengan sabun dan air
  • Menghindari kontak dengan kelelawar atau babi yang sakit
  • Menghindari area tempat kelelawar biasanya bertengger
  • Hindari konsumsi kurma mentah
  • Hindari konsumsi buah-buahan yang mungkin terkontaminasi oleh kelelawar
  • Hindari kontak dengan darah atau cairan tubuh siapa pun yang diketahui terinfeksi NiV (virus Nipah) 

D. Tips mengatasi / mencegah virus nipah

       Virus Nipah dikhawatirkan menjadi pandemi baru di Asia oleh para ahli kesehatan dunia, setelah Covid-19. Cara mengatasi virus Nipah yakni dengan membatasi atau melarang perpindahan hewan dari peternakan yang terinfeksi ke daerah lain dapat mengurangi penyebaran penyakit.

    Dengan tidak adanya vaksin, satu-satunya cara untuk mengatasi atau mencegah infeksi pada orang adalah dengan meningkatkan kesadaran tentang faktor risiko dan mendidik masyarakat tentang tindakan yang dapat mereka ambil untuk mengurangi paparan virus Nipah. Selain itu, berikut cara mengurangi risiko penularan.

  • Buah-buahan harus dicuci bersih dan dikupas sebelum dikonsumsi.
  • Buah dengan tanda gigitan kelelawar harus dibuang.
  • Sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya harus dipakai saat menangani hewan yang sakit atau jaringannya, dan selama penyembelihan serta pemusnahan
  • Sebisa mungkin, orang harus menghindari kontak dengan babi yang terinfeksi.
  • Cuci tangan secara teratur harus dilakukan setelah merawat atau mengunjungi orang yang sakit.

 

DAFTAR PUSTAKA

CNN Indonesia, Jakarta selasa, 26/01/2021, CARA MENGATASI VIRUS NIPAH YANG JADI ANCAMAN PANDEMI BARU_https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210126190833-255-598704/cara-mengatasi-virus-nipah-yang-jadi-ancaman-pandemi-baru.

Ayunda Septiani,Detikhealth, 5 FAKTA VIRUS NIPAH YANG JADI ANCAMAN PANDEMI BARU DI ASIA_https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5352086/5-fakta-virus-nipah-yang-jadi-ancaman-pandemi-baru-di-asia


MADING ONLINE APRIL 2021




VAKSINASI COVID-19

  FAQ (frequently Asked Question )  VAKSINASI COVID 19   Apakah Vaksin itu obat?           Vaksin bukanlah obat, vaksin mendorong pembentuka...

 

FAQ (frequently Asked Question )

 VAKSINASI COVID 19

 

Apakah Vaksin itu obat?

        Vaksin bukanlah obat, vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik tubuh agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat. Selama belum ada obat yang defenitif untuk COVID-19, maka vaksin COVID-19 yang aman dan efektif serta perilaku 3M (memakasi masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak) adalah upaya perlindungan yang bisa kita lakukan agar terhindar dari penyakit COVID-19.


Bagaimana cara vaksin bekerja ?

        Secara umum, vaksin bekerja dengan merangsang pembentukan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap bakteri/virus penyebab penyakit tertentu. Sehingga apabila terpapar, seseorang akan bisa terhindar dari penularan ataupun sakit berat akibat penyakit tertentu.


Siapa saja yang boleh dan tidak boleh divaksinasi COVID-19?

        Vaksin diberikan hanya untuk mereka yang sehat. Ada beberapa kriteria inidvidu atau kelompok yang tidak boleh di imunisasi Covid-19 adalah Orang yang sedang sakit, Orang dengan penyakit penyerta yang tidak terkontrol seperti diabetes atau hipertensi disarankan tidak menerima vaksin, kelompok usia dibawah 18 tahun, Memiliki riwayat autoimun, Penyintas COVID-19 , dan wanita hamil dan menyusui.


Jenis vaksin COVID-19 apa saja yang digunakan di Indonesia?

    Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19, jenis vaksin COVID-19 yang dapat digunakan di Indonesia adalah :

Jenis vaksin

Efikasi

 

Sinopharm

79%

AstraZeneca

 

70%

Moderna

 

94,1 %

Novavax

 

79 %

Pfizer

95 %

Sinovac

 

65,3 %











Faktor penting dalam vaksin berkualitas ?

Vaksin yang berkualitas harus memenuhi beberapa kriteria yaitu :

1. Efikasi

2. Persentase penurunan angka kejadian penyakit yang pada kelompok orang diberi vaksin.

3. Efektivitas

           Kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan pada individu, pada lingkup                   masyarakat luas.


Apakah vaksin COVID-19 itu dipastikan aman?

Vaksin yang diproduksi massal sudah melewati proses yang panjang dan harus memenuhi syarat utama yakni: Aman, Ampuh, Stabil dan Efisien dari segi biaya.

Aspek keamanan vaksin dipastikan melalui beberapa tahapan uji klinis yang benar dan menjunjung tinggi kaidah ilmu pengetahuan, sains dan standar-standar kesehatan.

Intinya, pemerintah tidak tergesa-gesa dalam pelaksanaan vaksinasi, dan tetap mengedepankan aspek keamanan dan manfaat atau keampuhan vaksin.

Pemerintah hanya menyediakan vaksin Covid-19 yang terbukti aman dan lolos uji klinis, serta sudah mendapatkan Emergency Use of Authorization (EUA) dari BPOM.


Bagaimana perencanaan pelaksaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia ?

1. Melakukan pemetaan sasaran prioritas penerima vaksin sesuai dengan kriteria dan merencanakan            fasilitas pelayanan kesehatan serta sumber daya lainnya

2. Pelayanan vaksinasi dilakukan oleh Puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya                miliki pemerintah dan swasta

3. Penerapan protokol kesehatan dalam pemberian pelayanan vaksinasi COVID-19.

4.     Dinas kesehatan daerah provinsi dan kabupaten/kota menetapkan koordinator atau                                    penanggungjawab pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk mempermudah koodinasi lebih lanjut.

5. Dinas kesehatan daerah provinsi dan kabupaten/kota mengambil langkah-langkah yang diperlukan         agar pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tidak mengganggu pelayanan vaksinasi rutin dan pelayanan         kesehatan esensial lainnya.

6. Dinas kesehatan daerah kebupaten/kota mengoptimalkan kegiatan surveilans COVID-19 termasuk         pelaporannya.

7. SUMBER : Kemenkes RI


#Jangan takut divaksin

#Pakai masker 

#Jaga jarak 

#Cuci tangan pakai sabun

.

.

.


Dinas Pendidikan dan Pelajaran 

BEM KM IK FK UNSRI 2021 

#KABINETSADYA


MADING ONLINE MARET 2021




KAJIAN KASTRAD "TELENURSING"

SALAM ADHIGANA!! [KAJIAN KASTRAD "TELENURSING"] Telenursing adalah upaya penggunaan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan...



SALAM ADHIGANA!!
[KAJIAN KASTRAD "TELENURSING"]

Telenursing adalah upaya penggunaan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan keperawatan, yang merupakan bagian dalam pelayanan kesehatan dimana ada jarak secara fisik yang jauh antara perawat dan pasien atau antara beberapa perawat.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan keperawatan yang berkualitas, dan cepat

Lalu seberapa penting nya telenursing dalam pelayanan keperawatan? Kenapa penting diketahui? 

Yuk kita lihat sama sama jawabannya di kajian ini!
➡️Klik http://bit.ly/KajianKastrad2020 ⬅️

#KABINETADHIGANA 
#BEMKMPSIKFKUNSRI 
#KASTRADADHIGANA
#KAJIANKASTRAD






 


Congratulation For PSIK FK UNSRI

  SALAM ADHIGANA!!! [CONGRATULATION] Alhamdullillah PSIK telah meraih juara  1. Juara 1 Regional 4 kategori 20 - 59 peserta (97,3%)  2. Juar...

 




SALAM ADHIGANA!!!
[CONGRATULATION]

Alhamdullillah PSIK telah meraih juara 

1. Juara 1 Regional 4 kategori 20 - 59 peserta (97,3%) 
2. Juara 3 Nasional Kategori 20 - 59 peserta (97,3%) 

Selamat Untuk kita Semua 🎉🎉
Jayalah Program Studi Ilmu Keperawayan Fakultas Kedokteran Universitad Sriwijaya 

Jangan lupa jaga kesehatan ya 😊

#PSIKBERPRESTASI2020
#PSIKFKUNSRI
#BEMKMPSIKFKUNSRI 
#KABINETADHIGANA









Tips Mengatasi Gangguan Tidur

  Tips Mengatasi Gangguan Tidur Tips Mengatasi Tidur menurut P2PTM KEMENKES RI 1.       Hindari Konsumsi Rokok dan Alkohol Setelah maka...

 

Tips Mengatasi Gangguan Tidur


Tips Mengatasi Tidur menurut P2PTM KEMENKES RI

1.      Hindari Konsumsi Rokok dan Alkohol

Setelah makan siang, hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein. Kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti bisa menyebabkan pola tidur terganggu.  Dua jam sebelum tidur hindari minuman beralkohol dan rokok. Rokok juga bisa menjadi stimulan bagi pusat syaraf manusia yang membuat Anda jadi susah tidur.

2.      Tetapkan Waktu Tidur yang Teratur

Jam tidur yang berantakan bisa mengganggu jam biologis Anda. Walau telat tidur bukan berarti Anda bisa bangun lebih siang. Awalnya memang sulit tapi jika pola itu sudah tertanam dengan baik, pasti bisa dijalani.

3.      Sempatkan untuk Berolahraga Setiap Hari

Tubuh yang selalu aktif secara fisik  selain baik untuk kesehatan secara umum sangat membantu untuk memastikan tidur yang nyenyak di malam hari. Tapi jangan berolahraga mendekati jam tidur karena malah dapat menyulitkan tubuh untuk tidur, dikarenakan tubuh masih dalam keadaan 'bersemangat' atau belum rileks.

4.      Tenangkan Pikiran dan Mental

Tenangkan pikiran dan mental Anda. Jangan terlalu banyak memikirkan masalah ketika menjelang tidur malam. Siapkan diri sendiri untuk tidur dan mimpi indah.

Berikut panduan jatah tidur yang baik

- Usia 0-1 bulan: bayi yang usianya baru 2 bulan umumnya membutuhkan waktu tidur 14-18 jam sehari.

- Usia 1-18 bulan: pada usia ini bayi membutuhkan waktu tidur 12-14 jam sehari termasuk tidur siang. Tidur cukup akan membuat tubuh dan otak bayi berkembang baik dan normal.

- Usia 3-6 tahun: kebutuhan tidur yang sehat di usia anak menjelang masuk sekolah ini, mereka membutuhkan waktu untuk istirahat tidur 11-13 jam, termasuk tidur siang. Menurut penelitian, anak usia di bawah enam tahun yang kurang tidur, akan cenderung obesitas di kemudian hari.

- Usia 6-12 tahun: Anak usia sekolah ini memerlukan waktu tidur 10 jam. Menurut penelitian, anak yang tidak memiliki waktu cukup istirahat, dapat menyebabkan mereka menjadi hiperaktif, tidak konsentrasi belajar, dan memiliki masalah pada perilaku di sekolah.

- Usia 12-18 tahun: menjelang remaja sampai remaja kebutuhan tidur yang sehat adalah 8-9 jam. Studi menunjukkan bahwa remaja yang kurang tidur, lebih rentan terkena depresi, tidak fokus dan punya nilai sekolah yang buruk.

- Usia 18-40 tahun: orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7-8 jam setiap hari. Para dokter menyarankan bagi mereka yang ingin hidup sehat untuk menerapkan aturan ini pada kehidupannya.

Ancaman Bahaya Kurang Tidur

 - Memperburuk kondisi kesehatan tubuh: berbagai penyakit akan menghampiri Anda seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke bahkan diabetes.

- Kulit terlihat lebih tua: kulit Anda akan terlihat pucat dan kusam serta kerutan halus yang nampak pada kulit Anda, disamping mata akan terlihat bengkak.

- Hilang fokus saat berkendara: jika Anda seorang pekerja yang harus memakai mobil dan motor, maka Anda harus memiliki waktu istirahat yang cukup di malam hari agar dapat memastikan fokus saat menyetir.

- Munculnya obesitas: jika terjaga terus sepanjang malam maka akan terjadi peningkatan rasa lapar. Hasrat atau nafsu makan yang selalu ingin tersalurkan akan memicu obesitas atau kegemukan dengan berat badan yang melebihi ukuran ideal.

- Stres meningkat: akibat kurang tidur lainnya adalah Anda akan stres, sering marah-marah dan kelihatan murung di sela aktivitas sehari-hari.

- Sering lupa: kurang tidur di malam hari bisa mengakibatkan Anda menjadi pelupa.

- Hilangnya konsentrasi belajar: para pelajar akan merasakan terganggu konsentrasi saat belajar apabila kurang tidur. Biasanya bahkan cenderung menjadi pelupa

Menurut KEMENKES RI

1.    Tidur ialah aktivitas pasif yang sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental manusia. Total waktu tidur yang dibutuhkan manusia memliki perbedaan dari faktor umur.

2.    Kekurangan Waktu Tidur Kebutuhan waktu tidur seseorang akan meningkat sesuai kekurangan waktu tidurnya pada hari-hari sebelumnya sehingga tidur yang kurang menciptakan “utang tidur” pada hari-hari berikutnya. Pada akhirnya, tubuh secara alami akan menuntut agar utang tidur tersebut dilunasi

3.    Kekurangan tidur akan membuat seseorang mudah lemah dan sulit mengendalikan emosi saat beraktivitas di siang hari. Kekurangan tidur juga sangat bahaya bagi mereka yang sering berkendara. Sopir/ pengedara motor yang kelelahan dan mengantuk ialah faktor utama banyaknya kejadian kecelakaan lalu lintas. Hal ini disebabkan oleh mengantuk yang menjadi fase terakhir otak sebelum tidur dan sulit untuk ditahan. Mulailah untuk mencukupkan waktu tidur kita agar hidup lebih sehat dan seimbang.

Kemkes.go.id  (2014). https://promkes.kemkes.go.id/?p=1606

P2ptm.kemkes.go.id   (2016).http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/memetik-manfaat-tidur